Migran Baru dari Cina dan Tanggapan Masyarakat Indonesia

Beberapa bulan yang lalu, kehadiran tenaga kerja asing dari Republik Rakyat Cina (RRC) kembali menjadi perbincangan publik di negeri kita. Isu ini mengemuka setelah seorang tokoh nasional, Letnan Jenderal (Purn.) Sutiyoso, menyampaikan keprihatinan beliau terhadap membanjirnya tenaga kerja Cina tersebut, yang menurut perkiraan beliau mencapai jumlah ratusan ribu orang. Dalam pandangan beliau, bila tenaga kerja asing asal Cina ini terus berdatangan dan terus menetap di Indonesia, maka para migran tersebut akan menjadi mayoritas di bumi Nusantara ini. Pernyataan ini kontan saja memicu perdebatan publik. Sebagian menganggap pernyataan Bang Yos, panggilan akrab Jenderal Sutiyoso, sebagai sebuah pernyataan yang mengandung rasisme. Sementara sebagian yang lain sependapat dengan statemen Sutiyoso dan mengimbau pemerintah agar lebih waspada terhadap serbuan tenaga kerja dari Negeri Panda itu.

Isu Tenaga Kerja Tiongkok ke Indonesia Perlu Dicermati Serius

Jakarta – Dilansir dari media onlie news.detik.com dan tribunnews.com, tentang isu tenaga kerja tiongkok, Forum sinologi Indonesia minta isu tersebut dicermati dengan penuh pertimbangan.

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI), Johanes Herlijanto, meminta isu tenaga kerja Tiongkok dicermati dengan penuh pertimbangan. Sebab, hubungan Indonesia dan Tiongkok mempunyai sejarah yang sangat panjang.

“Isu terkait tenaga kerja Tiongkok harus dicermati dengan penuh pertimbangan!” kata Johanes Herlijanto dalam seminar daring (webinar) bertajuk ‘Migrasi Pekerja China ke Indonesia: Dampak dan Persepsi’, Rabu (10/8/2022).