Hubungan China dan Rezim Taliban di Afghanistan: Antara Kepentingan Ekonomi dan Keamanan

Pada awal bulan September yang lalu, Pelaksana Tugas Menteri Perdagangan dan Industri Pemerintah Interim Afghanistan, Haji Nooruddin Azizi, mengatakan bahwa terdapat harapan besar bagi kerja sama yang lebih luas antara Afganistan dengan China di berbagai bidang. Dia juga mengungkapkan bahwa Afghanistan menyambut positif dan berupaya untuk bergabung dengan Belt and Road Initiative (BRI) dan China–Pakistan Economic Corridor (CPEC). Sang menteri juga menyatakan harapannya agar perusahaan-perusahaan China dapat membantu negara itu untuk mengekstraksi mineral dengan tujuan membantu pengentasan kemiskinan.  

Krisis Properti di Tiongkok: Dampak Ekonomi dan Sosial

Seperti diberitakan majalah berita bisnis Nikkei Asia, 14 Juli 2022, puluhan ribu pembeli rumah di Tiongkok mengancam menyetop pembayaran cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) mereka karena proyek pembangunan rumah yang mereka beli terbengkalai. Ancaman serupa juga diserukan oleh kontraktor konstruksi, pembuat patung, dan pertamanan, sebagaimana diberitakan lembaga berita Australia ABC, 27 Juli 2022. Mereka mengancam menunda pembayaran kredit bank karena piutang mereka belum dibayar oleh perusahaan pengembang perumahan yang bermasalah. Sektor properti di Tiongkok memang sedang dilanda krisis. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari implementasi kebijakan “tiga garis merah” (sān dào hóng xiàn 三道红线) yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Bank Sentral Tiongkok pada pertengahan tahun 2020.