OUR PEOPLE

Salam Hangat Dari Tim Kami Forum Sinologi Indonesia

Prof. A. Dahana

Ketua Dewan Pembina

Prof. A Dahana adalah pendiri dan pembina Forum Sinologi Indonesia. Beliau memperoleh gelar sarjana di bidang Sinologi dari Universitas Indonesia, dan gelar magister dalam kesusasteraan Cina dari Cornell University, Itacha, New York, Amerika Serikat. Prof Dahana meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari Universitas Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat pada tahun 1986. Sejak itu, beliau aktif mengajar di Program Studi Cina, Universitas Indonesia, dan menjadi profesor pada universitas tersebut hingga masa purna bakti. Selain mengajar, Profesor A Dahana juga pernah mengabdi sebagai dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) dan Ketua Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia. Profesor A. Dahana juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif  American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), dan pernah berkiprah dalam dunia jurnalistik sebagai redaktur senior pada Majalah Tempo.

Johanes Herlijanto

Ketua FSI

Johanes Herlijanto adalah pendiri dan ketua Forum Sinologi Indonesia. Ia memperoleh gelar sarjana dalam bidang studi Cina dari Universitas Indonesia, serta gelar magister dalam bidang sosiologi dari universitas yang sama. Sementara itu, doktor dalam bidang antropologi sosial dan budaya ia peroleh dari Macquarie University, Sydney dan Vrije Universiteit, Amsterdam, melalui program cotutelle. Johanes pernah mengajar di Program Studi Cina, Universitas Indonesia (hingga tahun 2013) dan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara, Jakarta (2013 hingga 2015). Antara tahun 2016 dan 2017, ia melakukan penelitian sebagai peneliti tamu (visiting fellow) pada ISEAS Yusof Ishak Institute, Singapore. Sejak tahun 2017, Johanes menjadi staf pengajar tetap pada program magister Ilmu Komunikasi, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Area penelitian yang diminatinya adalah seputar etnik Tionghoa di Indonesia, Hubungan Indonesia Tiongkok, serta imej dan persepsi mengenai Tiongkok dan Tionghoa dalam masyarakat Indonesia.

Muhammad Farid

Sekretaris FSI

Muhammad Farid, sekretaris pada Forum Sinologi Indonesia,  adalah seorang pemerhati Cina yang saat ini mengajar di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Presiden, Cikarang.  Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Cina, Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 2000 dengan skripsi berjudul “Ideologi Negara RRC Pasca Mao Zedong: Sosialisme Tahap Awal”. Pada Tahun 2012, Ia menyelesaikan gelar Master di bidang administrasi publik di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS), Singapura. Selain itu, Farid pernah mengikuti beberapa kursus, di antaranya kurus dalam subyek Modern Diplomacy di the National School of Government (London, Inggris) pada tahun 2008, serta Project Management Circle di MDF Colombo, Sri Lanka pada 2010. Farid juga pernah bergabung dalam tim riset dari the Asia Competitiveness Institute pada Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura pada 2012, serta menerima program fellowship pada Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada tahun 2015.

Sebelum berkarir di dunia akademik, Farid berkiprah di dunia professional sebagai jurnalis di media eletronik dan cetak (2000-2006), analis politik pada Kedutaan Besar Inggris di Indonesia (2007-2009), serta Deputy Information/Reporting Manager pada the American Red Cross di Banda Aceh (2009-2010).

Ignatius Edhi Kharitas

Peneliti

Ignatius Edhi Kharitas memperoleh gelar Sarjana Humaniora dari Program Studi Cina, FIB UI. Itas pernah mengikuti kursus dan pelatihan tentang bahasa dan filsafat di beberapa universitas di Taipei, Beijing, dan Shanghai. Minatnya pada Chinese studies diawali dari kesukaan menonton film Mandarin. Berbekal pengalaman profesional sebagai pengajar dan penerjemah bahasa Mandarin, Ia ingin memajukan penelitian mengenai bahasa, budaya, dan pemikiran Tiongkok dengan berperan sebagai peneliti di Forum Sinologi Indonesia.